Senin, 12 Mei 2008

Komik Indonesia Mulai Berlaga

“ KOMIK INDONESIA MULAI BERLAGA ”

Catha Cara, Komik Indonesia Yang Khas Budaya Indonesia.

Edisi pertama “ Kelahiran Kota Sala “

Komik “ memang sudah tidak asing lagi bagi kita para pecinta buku, baik buku keilmuan atau buku bergambar. Bahkan bagi sebagian orang yang bernota bene seorang pelajar pasti suka dengan komik daripada buku pelajaran itu sendiri. Dalam sehari saja mereka mampu membaca komik 5 sampai 6 lebih judul buku yang berbeda, namun kalau buku pelajaran mungkin 2 lembar saja “ ahhhh malas “. Hal tersebut tidak

hanya merambah dunia remaja namun sering juga, kami temui para

mahasiswa yang sudah semester akhirpun maniak komik.

Komik itu memang benar-benar menyenangkan, meskipun hal tersebut tidak sependapat dengan para orang tua kita. Kebanyakan para ortu sering melarang kita untuk membaca komik dan menyuuh kita untuk belajar. Padahal tanpa disadari, dengan komikpun ,kita dapat mengetahui banyak hal. Contohnya kalau kita membaca komik perjalanan ke suatu negara Cina, pastilah kita akhirnya tahu perihal kota Cina. Kita juga dapat belajar persahabatan, tolong-menolong, rasa senang, sedih juga cintaaa…pokoknya dalam komik dijamin lengkap dehh!!!. Tapi ingat kalau membaca komik kita juga harus tahu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, bagi pelajar ingat waktu ok!!!, kalau sudah waktunya belajar ya belajar pasti secara tidak langsung pikiran negatif orang tua termasuk tentang komik pasti ilang sendiri.

Pada kesempatan kali ini, kami akan menarwakan sekaligus menceritakan sejarah terbentuknya komik “Catha Cara“. Catha Cara terbentuk dari ide dua orang mahasiswa seni yang mempunyai mimpi yang besar, untuk mengenalkan budaya Indonesia melalui suatu media yang enak untuk dinikmati dan disukai yaitu komik. Mereka yang aktif dalam dunia kesenian, sepakat untuk bergabung membentuk team, yang akhirnya menelurkan karya berupa komik Catha Cara ini. Komik serial pertama menceritakan petualangan tiga sahabat; Toyib, Armand, dan Andreas yang tersesat dizaman primitif sehingga bertemu dengan Buba, seorang gadis primitif yang lugu. Saat mencoba kembali kemasa depan mereka malah tersesat di tahun 1742, dimana di pulau Jawa sedang terjadi Geger Pecinan, yang berlanjut dengan perpindahan keraton Kartasura ke Sala. Peristiwa tersebut lebih dikenal dengan Sejarah Kelahiran Kota Sala. Dalam komik ini dibumbui adegan-adegan konyol dari tiga sahabat serta aksi-aksi laga pertempuran orang-orang Jawa & Cina melawan Belanda.